
Sementara itu, Syaikh Al Utsaimin rahimahullah mengatakan; “Maka, janganlah kalian menzhalimi diri kalian di bulan-bulan haram tersebut, komitmenlah dengan ketentuan-ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala, tegakkanlah kewajiban-kewajiban dari Allah, jauhilah larangan-larangan-Nya. Penuhilah hak-hak (yang menjadi kewajiban kalian) antara diri kalian dan Rabb kalian, dan antara diri kalian dan sesama manusia”. (Adh Dhiya Al Lami minal Khuthabil Jawami: 6/406)
Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan, pada bulan haram tersebut, seorang hamba harus tetap mewaspadai setan yang akan selalu melancarkan tipu-daya, godaan dan bisikan-bisikan agar manusia santai saja dalam menyongsong bulan mulia itu.
Setan akan senantiasa antusias tanpa putus asa untuk menyesatkan anak-anak Adam, memalingkan mereka dari agama Allah Subhanahu wa Ta’ala, memerintahkan mereka melakukan perbuatan keji dan mungkar, mengesankan maksiat dengan gambaran yang indah dan melontarkan rasa benci dalam hati mereka terhadap amal ketaatan.
Demikianlah makar setan. Bila melihat seorang hamba menyukai amal shaleh, setan akan memberatkan hatinya untuk beramal. Jika setan tidak berhasil menghalang-halanginya dari amal shaleh, setan akan menyimpangkan hamba itu untuk berbuat berlebihan, melontarkan bisikan  dan keragu-raguan dalam hatinya, sehingga melanggar ketentuan-ketentuan dalam ibadah.
Seseorang yang telah terkena bisikan setan dan terjerat oleh gadaannya, akan berat dan bermalas-malasan untuk berbuat amal shaleh, dan sebaliknya, akan mudah menerjang maksiat-maksiat.








