Mewaspadai Godaan Setan di Bulan Rajab, Ini Alasannya!

Ilustrasi godaan setan
Ilustrasi godaan setan. (Foto: Net)

Qatadah berkata; “Agungkanlah apa-apa yang diagungkan Allah. Karena sesungguhnya perkara-perkara menjadi agung karena diagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala”.

Larangan berbuat maksiat disebutkan dengan tegas dalam ayat yang telah dikemukakan di atas dengan ungkapan, ‘janganlah kalian berbuat zhalim terhadap diri kalian padanya’.

Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;

مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu”. (QS. At Taubah: 36)

Baca Juga:  Bolehkah Membangun Sekolah Dari Dana Zakat?

Tentang ayat itu, Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu mengatakan; “(Janganlah kalian berbuat zhalim) pada semua bulan tersebut. Kemudian Allâh mengkhususkan empat bulan dari dua belas bulan yang ada, dan menjadikannya bulan haram dan mengagungkan kehormatannya, serta menjadikan dosa padanya lebih besar dan amal shaleh serta pahala (juga) lebih besar”. (Tafsir Al Qur’anil Azhim 4/36)

Syaikh Abdur Rahman As Sa’di rahimahullah memaparkan dua makna, salah satunya; “Bahwa sesungguhnya ini merupakan larangan terhadap mereka dari berbuat kezhaliman dalam empat bulan tersebut, apalagi disertai adanya larangan berbuat zhalim pada setiap waktu, tujuannya untuk menegaskan bertambahnya tingkat keharamannya dan karena perbuatan zhalim di dalamnya lebih parah dibandingkan bila dikerjakan di bulan-bulan lain”. (Taisirul Karimir Rahmsn hlm. 383)