Menjual Rumah, Apakah Harus Mengeluarkan Zakatnya?

MOESLIM.ID | Setelah rumah laku terjual, apakah ada kewajiban zakat dari hasil penjualan rumah?. Agar tidak salah paham, ada dua hal yang harus kita bedakan:

1. Menjual rumah

2. Jualan rumah.

“Menjual rumah” artinya dia bukan sebagai pedagang properti. Atau rumah yang dia beli sejak awal tidak diniatkan untuk diperdagangkan.

Adapun “jualan rumah”, dia menjadikan aktivitas menjual rumah sebagai profesi. Atau dia menggeluti bisnis properti. Dia meniatkan rumah yang dibeli untuk diperdagangkan.

Baca Juga:  Cara Membersihkan Najis yang Berat (Tsaqilah)

Untuk yang pertama, yakni menjual rumah, ini tidak ada zakatnya. Adapun yang kedua, yakni jualan rumah, maka ada kewajiban zakatnya. Karena di antara syarat barang menjadi wajib dizakati adalah ketika barang tersebut diniatkan untuk diperdagangkan.

Sebagaimana penjelasan Syekh As Samarqandi rahimahullah di dalam Uyun Al Masail,

وقَالَ هشام سألت محمداً : عن رجل اشترى خادماً للخدمة وهو ينوي إن أصاب ربحاً باع ، هل فيها الزكاة؟  قَالَ: لا، هكذا شِرَى الناس إذا أصابوا ربحاً باعوه

Baca Juga:  Pengertian Kaffarat dan Jenisnya Untuk Menebus Dosa

“Hisyam berkata, “Aku bertanya kepada Muhammad (yakni Ibnu Hasan As Syaibani) tentang seseorang yang membeli hamba sahaya untuk dijadikan pembantu, dan dia berniat jika ada keuntungan, akan dijual. Apakah ada zakatnya?” Muhammad bin Hasan menjawab, “Tidak ada zakat. Seperti itu pula ketika ada orang beli, lalu jika nanti menguntungkan akan dijual.” (Uyun Al Masail fi Furu Al Hanafiyah, As Samarqandi, hlm. 33)