Pentingnya Niat Lebih Utama Daripada Amalan

Pentingnya niat lebih utama daripada amalan. (Foto: Net)

MOESLIM.ID | Niat merupakan kunci amalan setiap orang, diantara sebab timbangan amal kebaikan seseorang bertambah serta dinaikkan derajatnya di akhirat adalah niat yang shalih.

Siapa yang berniat baik maka ia akan mendapatkan pahala meskipun dia belum mampu merealisasikannya dengan amalan. Apabila niat baik itu disertai dengan amalan maka ia meraih dua pahala, yaitu pahala niat dan pahala amalan.

Karena itu, niat lebih utama dan mendalam daripada amalan. Apabila kedua hal tersebut terpadu, maka itu ibarat cahaya diatas cahaya.

Baca Juga:  Puasa di Negara yang Waktu Siangnya Panjang (1)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Adapun niat maka ia adalah pokok dan tiang seluruh perkara. Niat juga adalah asas dan pondasi yang terbangun di atasnya segala perkara. Sesungguhnya niat adalah ruh amalan, pemimpin dan pengendalinya, sedangkan amalan sekedar mengikuti. Amalan menjadi sah sesuai keabsahan niat dan menjadi rusak dengan rusaknya niat. Dengan niat tersebut akan didapatkan taufiq, adapun ketiadaan niat akan mendatangkan kehinaaan. Dengan niat pula bertingkat-tingklatlah derajat manusia di dunia dan akhirat”. (I’lam Al Muwaqqi’in, 6/105)

Baca Juga:  Cara Kerja Dropshipping yang Sesuai Syar'i

Ada sebuah kaidah menyebutkan;

لاَ ثَوَابَ إِلاَّ بِالنِّيَّةِ

“Tidak ada pahala kecuali dengan niat”.

Kaidah ini menjelaskan tentang pentignya niat bagi setiap orang. Karena pahala dan balasan yang baik dari amalan yang dilakukan seorang hamba di akhirat tidak akan diperoleh kecuali diiringi niat baik dalam rangka bertaqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sehingga hanya orang yang melaksanakan ibadah dengan niat ikhlas yang akan meraih pahala. Adapun yang beramal karena ingin memperoleh keuntungan dunia, maka ia tidak akan meraih pahala dari-Nya.