Wow! Pahala Menshalati Jenazah Sebesar Gunung Uhud

Ilustrasi shalat jenazah. (Foto: Net)

MOESLIM.ID | Hukum shalat jenazah adalah fardhu kifayah berdasarkan keumuman perintah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam untuk menshalati jenazah seorang muslim.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ فَلَهُ قِيرَاطٌ وَمَنْ اتَّبَعَهَا حَتَّى تُوضَعَ فِي الْقَبْرِ فَقِيرَاطَانِ قَالَ قُلْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ وَمَا الْقِيرَاطُ قَالَ مِثْلُ أُحُدٍ

“Barangsiapa mensholatkan jenazah, maka baginya pahala satu qirath, dan siapa yang mengantarnya hingga jenazah itu di letakkan di liang kubur, maka baginya pahala dua qirath. ‘Ya Abu Hurairah, seperti apakah dua qirat itu?’ Tanyaku. Beliau menjawab, ‘Seperti gunung Uhud’.” (HR. Muslim)

Baca Juga:  Bolehkah Melakukan Donor Darah Ketika Puasa?

Hadits di atas jelas menunjukkan bahwa pahala shalat jenazah adalah satu qirath, dan jika shalat disertai dengan menghadiri proses pemakaman, pahalanya dua qirath.

Namun, ada dua catatan penting harus kita kaji:

Pertama, syarat pahala satu qirath untuk yang menshalatkan Jenazah.

Sebagian ulama mensyaratkan, pahala satu qirath dari menshalatkan jenazah dapat diperoleh jika seorang mensholatkan dan berdiam layat di rumah duka, sampai jenazah diantar ke pemakaman.

Meskipun akan berbeda satu qirath yang didapat oleh orang yang menshalati jenazah saja, dengan yang shalat jenazah dan menunggu di rumah duka sampai jenazah di antar ke pemakaman.