Hak Waris Untuk Anak Hasil Hamil di Luar Nikah (1)

MOESLIM.ID | Hukum menikahi wanita yang dihamili di luar nikah atau yang biasa disebut dengan nikah karena ‘kecelakaan’. Ada dua pendapat ulama tentang keabsahannya:

Pendapat pertama, mayoritas ulama (Jumhur): nikahnya sah.

Pendapat kedua, Imam Ahmad bin Hambal: tidak sah, kecuali jika pelaku telah bertaubat.

Pendapat kedua ini lebih kuat insyaallah, sebagaimana dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Beliau menjelaskan,

نكاح الزانية حرام حتى تتوب، سواء كان زنى بها هو أو غيره، هذا هو الصواب بلا ريب، وهو مذهب طائفة من السلف والخلف، منهم أحمد بن حنبل وغيره، وذهب كثير من السلف إلى جوازه، وهو قول الثلاثة

Menikahi wanita berzina hukumnya haram, sampai dia bertaubat. Baik dinikahkan oleh lelaki yang menghamili atau oleh lelaki lain. Ini pendapat yang tepat tanpa keraguan. Pendapat ini menjadi mazhab sejumlah ulama dahulu (salaf) dan akhir-akhir (khalaf). Di antaranya Ahmad bin Hambal dan yang lainnya. Dan banyak ulama salaf juga yang membolehkan, ini pendapat ketiga.

Dasarnya adalah riwayat dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma, beliau pernah mengatakan tentang menikahi wanita yang hamil di luar nikah,

كان أوله سفاح وآخره نكاح وأوله حرام وآخره حلال

“Awalnya sifah (perzinahan), akhirnya nikah. Awalnya haram, akhirnya halal.” (Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam Sunan Al Kubro)