
“Tetap jaga kesehatan. Belajar berolahraga, belajar berpanas-panas seperti sekarang ini. Mudah-mudahan setelah persiapan, nanti bulan April pertengahan kita sudah mulai memberangkatkan jemaah, dan mereka benar-benar siap secara fisik,” ujarnya.
Menhaj juga menyampaikan bahwa Kemenhaj akan segera mengumumkan tahapan pelunasan biaya haji 2027. Sebelum pelunasan, calon jemaah harus menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia berharap seluruh jemaah, khususnya asal Bali, memanfaatkan waktu persiapan untuk menjaga kesehatan sekaligus memperdalam pemahaman ibadah.
Selain kesehatan, Menhaj menekankan pentingnya pemahaman dan kemandirian jemaah. Ia meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) memberikan pembinaan optimal agar calon jemaah memahami seluruh rangkaian ibadah, termasuk rukun dan wajib haji, larangan ihram, serta fikih kemudahan.
“Manasik ini bukan formalitas, tetapi sekolah pertama calon jemaah haji. Jemaah harus memahami rukun dan wajib haji, larangan ihram, Arafah, Muzdalifah, Mina, tawaf, dan sai,” tegasnya.
Menhaj menegaskan bahwa kemandirian bukan berarti jemaah harus menjalankan ibadah tanpa pendampingan, melainkan memiliki pemahaman yang cukup sehingga tidak selalu bergantung kepada pembimbing.








