Bolehkah Mengecat Rambut Dalam Ajaran Islam?

MOESLIM.ID | Termasuk bentuk kesempurnaan penciptaan manusia, keberadaan rambut atau bulu di tubuhnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakannya tidak dengan sia-sia, namun mengandung hikmah atau manfaat, baik diketahui oleh manusia atau tidak.

Allah Azza wa Jalla menciptakan rambut kita sebagai anugerah yang harus disyukuri. Namun bila rambutnya telah memutih menjadi uban maka syariat memerintahkan kita untuk mengecat rambut atau menyemirnya dengan warna selain hitam.

Hal ini dapat dilihat dengan adanya perintah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam untuk menyelisihi ahli kitab dalam masalah uban, seperti dalam sabda beliau Shallallahu alaihi wasallam:

إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لَا يَصْبُغُونَ فَخَالِفُوهُمْ

Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak menyemir uban mereka, maka selisilah mereka. (Muttafaqun alaihi). Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah mengatakan, adits ini menunjukkan bahwa menyemir uban termasuk suatu yang disyari’atkan dalam agama kita.

Warna rambut apa yang dibolehkan dalam syari’at Islam?

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ أَحْسَنَ مَا غَيَّرْتُمْ بِهِ الشَّيْبَ الْحِنَّاءُ وَالْكَتَم

“Sesungguhnya bahan yang terbaik yang kalian gunakan untuk menyemir uban adalah hinna (pacar) dan katm (inai)”. (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah: 1/714 mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Ini menunjukkan bahwa menyemir uban dengan hinna (pacar) dan katm (inai) adalah yang terbaik. Namun boleh juga menyemir uban dengan selain keduanya kecuali warna hitam. Sebab ada larangan menyemir dengan warna hitam.

Sebagaimana dalam hadits Jabir Radhiyallahu anhu, dia berkata, ”Pada hari penaklukan Mekah, Abu Quhafah Radhiyallahu anhu (ayah Abu Bakar Radhiyallahu anhu) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban).

Lalu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

“Rubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam”. (HR. Muslim)

Bahkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

“Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang menyemir rambutnya dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau Surga”. (HR. Abu Dawud, no 3679 dan Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib no. 2097 mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsamin rahimahullah pernah ditanya mengenai menyemir jenggot atau rambut kepala dengan warna hitam, apakah itu diperbolehkan?. Beliau rahimahullah menjawab: Aku katakan bahwa menyemir jenggot atau rambut kepala dengan warna hitam adalah haram. Alasannya, karena Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Rubahlah uban ini dengan sesuatu, tapi hindarilah warna hitam”.

Juga dalam masalah ini ada dalil yang terdapat dalam kitab sunan yang menunjukkan ancaman bagi orang yang menyemir ubannya dengan warna hitam.

Kemudian yang bertanya kembali berkata, “Apakah tetap tidak boleh kalau maksudnya adalah untuk mempercantik diri?” Syaikh rahimahullah menjawab: “Umumnya yang mewarnai ubannya dengan warna hitam, tujuannya adalah untuk mempercantik diri, agar terlihat lebih muda. Kalau tidak demikian, lalu apa tujuannya?. Perbuatan semacam ini hanya akan membuang-buang waktu dan harta”. (Liqa Al Babil Maftuh, 1/5)

Syaikh Shaleh bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan hafizhahullah mengatakan, “Adapun mengenai seorang wanita yang mewarnai rambut kepalanya padahal masih berwarna hitam dengan warna lainnya, maka menurutku hal ini tidak diperbolehkan. Karena tidak ada alasan bagi wanita tersebut untuk mengubahnya. Karena warna hitam pada rambut sudah menunjukkan keindahan dan bukanlah suatu yang jelek (aib). Mewarnai rambut semacam ini juga termasuk tasyabbuh (menyerupaiorang kafir)”. (Tanbihat ala Ahkamin Takhtashshu bil Mu’minat, hlm. 14, Darul Aqidah)

Jika kita melihat dari dua penjelasan Ulama di atas, maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa hukum menyemir rambut, jika ada hajat, misalnya karena sudah beruban, maka pada saat itu dibolehkan bahkan diperintahkan. Namun apabila rambut masih dalam keadaan hitam, lalu ingin disemir (dipirang) menjadi warna selain hitam, maka hal ini tidak diperbolehkan.(bbs)