Moeslim.id | Hampir seluruh penduduk Mauritania adalah Muslim. Sejak kemerdekaannya pada tahun 1960, Mauritania telah menjadi republik Islam. Piagam Konstitusi tahun 1985 menyatakan Islam sebagai agama negara dan syariah sebagai hukum negara.
Keberadaan Muslim Arab di wilayah ini sudah ada sejak zaman Umayyah, ketika pasukan yang masuk Afrika Utara bergerak ke selatan menuju Sahara barat. Pada akhir abad ke-7, invasi Umayyah telah mencapai wilayah yang sekarang dikenal sebagai Mauritania.
Penyebaran Islam di kalangan penduduk Berber setempat berlangsung secara bertahap dan kompleks. Meskipun banyak suku Berber yang relatif menganut Islam lebih awal, yang lain menentang dominasi Arab dan bermigrasi ke arah timur menujuwilayah Gao di Malisaat ini.
Selama berabad-abad berikutnya, Islam menjadi sangat penting melalui jalur perdagangan yang menghubungkan Maghreb, Al Andalus, dan Sahel.
Antara abad ke-11 dan ke-17, ilmu keislaman berkembang pesat di wilayah tersebut. Pusat-pusat seperti Chinguetti, yang kadang-kadang disebut sebagai “Kota Perpustakaan,” menjadi pilar pendidikan Al Qur’an dan yurisprudensi Maliki.









