Wajibnya Menerima dan Mengamalkan Hadits Ahad

Wajibnya menerima dan mengamalkan hadits Ahad. (Foto: Net)

MOESLIM.ID | Hadits ahad adalah hadits tunggal (satu riwayat) yang tidak memenuhi syarat-syarat hadits mutawatir (banyak riwayat) atau tidak memenuhi sebagian dari syarat-syarat mutawatir.

Para ulama mengatakan bahwa hadits ahad menunjukkan ilmu yakin dan berijma (sepakat) atas wajibnya mengamalkan hadits ahad tanpa kecuali.

Tidak ada yang berselisih di antara mereka tentang hadits ahad ini, kecuali kelompok kecil yang menyelisihi atau membelot dari ilmu, seperti kaum Mu’tazilah dan Rafidhah.

Syaikh Muhammad Al Amin bin Muhammad Mukhtar Asy Syinqithi rahimahullah mengatakan bahwa penelitian yang kita tidak boleh menyimpang dari hasilnya bahwa hadits ahad yang shahih harus diamalkan untuk masalah-masalah Ushuluddin, sebagaimana ia diambil dan diamalkan untuk masalah-masalah hukum/furu.

Baca Juga:  Pendaki Muslim Inggris Kampanye Perangi Islamofobia di Seluruh Dunia

Maka, apa yang datang dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dengan sanad yang shahih mengenai Sifat-Sifat Allah, wajib diterima dan diyakini dengan keyakinan bahwa sifat-sifat itu sesuai dengan ke-Maha Sempurnaan dan ke-Maha Agungan-Nya sebagaimana firman-Nya:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS. Asy Syuura: 11)