Kisah Dzulqarnain Membangun Benteng Pembatas Ya’juj dan Ma’juj

Ilustrasi benteng penghalang Ya'juj dan Ma'juj. (Foto: Net)

MOESLIM.ID | Dzulqarnain adalah seorang raja yang sholeh dan taat, ia pergi dari arah timur menuju ke arah utara, hingga akhirnya beliau sampai di antara dua dinding penghalang. Kedua dinding penghalang itu adalah rantai pegunungan yang dikenal pada masa itu, yang menjadi penghalang antara Ya’juj dan Ma’juj dengan manusia.

Di hadapan kedua gunung itu, dia menemukan suatu kaum yang hampir-hampir tidak bisa memahami pembicaraan, karena bahasa mereka sangat asing serta akal dan hati mereka tidak bagus. Namun, Allah Azza wa Jalla memberikan Dzulqarnain sebab-sebab ilmiah sehingga dia bisa memahami bahasa kaum itu dan dia bisa memahamkan mereka.

Dia bisa berbicara kepada mereka dan mereka bisa berbicara kepadanya. Mereka kemudian mengeluhkan kejahatan Ya’juj dan Ma’juj kepada Dzulqarnain dan meminta agar Dzulqarnain membuatkan mereka dinding penghalang dari Ya’juj dan Ma’juj agar mereka terhindar dari kerusakan yang dibuat Ya’juj dan Ma’juj. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak mampu membangun dinding penghalang, dan mereka mengetahui kemampuan Dzulqarnain untuk membangunnya. (Taisir Karimir Rahman, hlm. 655)

Baca Juga:  Perjuangan Bilal bin Rabah Mempertahankan Aqidah

Saat meminta tolong kepada Dzulqarnain, mereka berjanji akan memberinya upah. Dzulqarnain bukan orang yang tamak, dia tidak memiliki keinginan terhadap harta dunia. Namun dia juga tidak meninggalkan usaha perbaikan keadaan rakyat, bahkan tujuannya adalah perbaikan. Sehingga dia memenuhi permintaan mereka karena kemaslahatan yang terkandung di dalamnya. Dia tidak mengambil upah dari mereka.

Ibnu Jarir dari Atha dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, “(Mereka berjanji akan memberikan) upah yang besar (ajran azhiman) yaitu dengan cara (masing-masing) mereka mengumpulkan  harta benda yang mereka miliki untuk kemudian (mereka satukan) lalu diberikan kepada Dzulqarnain sebagai upah, sehingga dia bisa membuatkan benteng penghalang. (Tafsir Ibnu Katsir, hlm :106)

Baca Juga:  Kisah Hidup Qorun yang Sombong Dengan Kekayaannya

Dzulqarnain mengajak partisipasi rakyatnya dalam membangun dinding bentent pemisah antara Ya’juj dan Ma’juj, untuk kemaslahatan mereka.