Kisah Perjuangan Qutaibah Bin Muslim Al Bahili

Ilustrasi sahabat Nabi berkuda. (Foto: Net)

Bila senja turun, mereka menghilang ke markas dan benteng-bentengnya yang kokoh. Kondisi tersebut berlangsung selama dua bulan berturut-turut. Qutaibah menjadi bingung untuk mengambil sikap apakah akan berhenti atau terus maju.

Tak berselang lama, berita ini berakhir menyebar di seluruh wilayah kaum muslimin. Mereka mencemaskan nasib pasukan tangguh yang belum pernah dikalahkan beserta panglimanya yang belum pernah ditundukkan itu.

Para gubernur di daerah-daerah diperintahkan untuk menyerukan agar rakyat turut mendoakan keselamatan pasukan yang sedang berjuang di negeri seberang sungai itu. Kini, setiap masjid penuh dengan doa untuk mereka.

Baca Juga:  Kisah Abu Muslim Al Khaulani dan Keteguhan Imannya (1)

Dari menara-menara terdengar seruan permohonan kepada Allah dan para imam membaca doa qunut di setiap shalat. Akhirnya terbentuklah satu pasukan pembantu yaitu pasukan tangguh yang terdiri dari sukarelawan dari seluruh negeri.

Gerakan itu dipelopori oleh syaikh tabi’in yang tersohor, Muhammad bin Waasi Al Azdi.(*)