Kisah Muhammad Al Hanafiyyah Bin Ali Bin Abi Thalib (3)

Ilustrasi bangsa Arab jaman dahulu. (Foto: Net)

Moeslim.id | Hari demi hari berganti, hingga Mu’awiyah dan putranya, Yazid serta Marwan bin Hakam wafat. Khilafah jatuh ke tangan Abdul Malik bin Marwan dari tangan Bani Umayah.

Khalifah baru ini dibai’atkan oleh muslimin penduduk Syam. Namun penduduk Hijaz dan Irak lebih memilih berbai’at kepada Abdullah bin Zubair.

Keduanya menyerukan kepada rakyat agar berbai’at kepadanya. Masing-masing mengaku dirinyalah yang lebih patut menjadi khalifah daripada lawannya. Sehingga kaum muslimin pecah lagi menjadi dua kelompok.

Baca Juga:  Ummu Kultsum Lahir Setelah Ayahnya 'Abu Bakar' Wafat

Ketika itu, Abdullah bin Zubair meminta kepada Muhammad al-Hanafiyyah agar melakukan bai’at beserta segenap penduduk Hijaz. Namun Muhammad mengetahui bahwa bai’at akan menjadikan dia terikat kepada yang dibai’at.

Dia harus selalu membantunya, termasuk menghunus pedang terhadap siapa saja yang menentangnya. Padahal yang menentangnya adalah sesama muslimin yang memilih untuk berbai’at kepada pihak lain.