
Tetapi Muhammad bin Ali Al Hanfiyyah melarang mereka sembari berkata; “Apakah kita akan menyalakan api fitnah padahal kita menjauhkan diri darinya, lalu membunuh salah satu sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan putra-putranya? Tidak. Demi Allah kita akan melakukan sesuatu yang dimurkai Allah dan rasul-Nya jika demikian”.
Berita tentang tekanan Abdullah bin Zubair terhadap Muhammad L Hanafiyyah dan sahabat-sahabatnya sampai ke telinga Abdul Malik bin Marwan. Kondisi tersebut dianggapnya sebagai peluang yang bagus untuk menarik simpati mereka agar mau bergabung di pihaknya.
Dia mengirim surat melalui utusan yang seandainya dia mengirim surat kepada salah satu putranya pun tentu tidak lebih lembut dan halus daripada itu. Di antara isi surat tersebut adalah sebagai berikut:
“Telah sampai berita kepada kami bahwa Ibnu Zubair telah menekan Anda beserta pengikut-pengikut Anda dan tidak lagi menghargai hak-hak Anda. Oleh karena itu, negeri Syam terbuka bagi Anda semua. Kami menyambut kedatangan Anda dengan dada dan tangan terbuka. Anda boleh tinggal di bagian mana saja yang Anda kehendaki sebagai sesama keluarga dan tetangga yang terhormat. Dan Anda semua akan mendapati kami sebagai orang-orang yang tahu menjaga hak, tidak melupakan kebijaksanaan, dan menghubungkan silaturahmi dengan baik, insyaAllah”.(*)
Bersambung…








