Kisah Salim Bin Abdullah Bin Umar Bin Khathab (2)

Ilustrasi bangsa Arab jaman dahulu. (Foto: Net)

Hajjaj marah mendengarnya dan berkata; “Kami akan membunuhnya bukan karena meninggalkan shalat, melainkan karena dia membantu pembunuhan atas khalifah Utsman bin Affan”.

Salim berkata; “Padahal ada orang yang lebih berhak untuk menuntut darah Utsman bin Affan daripada engkau”. Hajjaj pun diam tak mampu berbicara.

Di antara yang menyaksikan kejadian itu pergi ke Madinah dan menceritakan semua yang dilihatnya tentang Salim kepada ayahnya, Abdullah bin Umar. Ibnu Umar tak sabar ingin mendengar cerita orang tersebut sehingga bertanya mendesak; “Lalu apa yang dilakukan oleh Salim?”. Orang itu menjelaskan; “Dia melakukan ini dan itu”.

Baca Juga:  Hasan Al Bashri, Ucapannya Penuh Dengan Hikmah

Alangkah gembiranya Abdullah bin Umar. Ia berkata; “Bagus! Bagus! Cerdas…cerdas…!”.

Ketika khilafah beralih ke tangan Umar bin Abdul Aziz, khalifah baru itu segera mengirim surat kepada Salim bin Abdillah; “Amma ba’du, Saya telah menerima ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mengurusi permasalahan umat tanpa diminta atau dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan saya. Maka dengan ini saya memohon pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengujiku agar berkanan menolongku. Jika surat ini sampai ke tangan Anda, saya minta agar Anda mengirimkan kepada saya buku-buku tentang Umar bin Khaththab, perilaku dan keputusan-keputusanya sebagai khalifah. Saya ingin sekali mengikuti jejak beliau dan berjalan mengikuti jalan beliau, semoga Allah memelihara saya untuk ini. Wassalam”.