Kisah Tabiin Sa’id Bin Jubair yang Taat dan Takut Dosa (3)

Ilustrasi prajurit penunggang kuda. (Foto: Net)

Menurut kabar yang tersebar, penjagalan tersebut telah memakan ribuan orang, sedangkan ribuan selainnya selamat setelah mengaku kafir.

Dalam kejadian lain, ada orang tua dari suku Khat’am. Ketika terjadi huru-hara dan kekacauan antara dua kubu, dia tidak berpihak kepada siapapun dan tinggal di suatu tempat yang jauh di belakang sungai Eufrat. Kemudian dia digiring menghadap Hajjaj, lalu ditanya tentang dirinya.

Selanjutnya dihadapkan pula seseorang yang sudah lama menjadi burnonan Hajjaj karena dianggap menghinanya. Hajjaj berkata; “Kurasa orang yang di hadapanku ini mustahil mengakui dirinya kafir”.

Baca Juga:  Perang Melawan Bangsa Ajam Tanda Dekat Hari Kiamat

Namun orang itu menjawab; “Janganlah tuan memojokkan aku dulu dan jangan pula berdusta tentang diriku. Sesungguhnya akulah orang yang paling kafir di muka bumi ini, lebih kafir daripada Fir’aun yang semena-mena itu”. Hajjaj terpaksa membebaskannya, padahal ia sudah gatal untuk membunuhnya.

Konon, pembantaian besar-besaran tersebut telah menelan ribuan korban dari orang-orang mukmin yang teguh pendiriannya. Dan ribuah lain yang selamat adalah yang dipaksa mengaku dirinya kafir.