Kisah Tabiin Sa’id Bin Jubair yang Taat dan Takut Dosa (4)

Ilustrasi seseorang di gurun pasir. (Foto: Net)

Sa’id menghiburnya dengan lembut dan berkata; “Katakanlah kepada ibumu wahai putriku, kita akan bertemu nanti di surga, insya Allah”. Bocah itupun pergi.

Sampailah utusan yang membawa Sa’id seorang imam yang zahid, abid, dan berbakti itu di kota Wasit. Sa’id dihadapkan kepada Hajjaj bin Yusuf.

Tak lebih dari lima belas hari setelah wafatnya Sa’id bin Jubair, mendadak Hajjaj bin Yusuf terserang demam. Kian hari suhu tubuhnya makin meningkat dan bertambah parah rasa sakitnya hingga keadaannya silih berganti antara pingsan dan siuman.

Baca Juga:  Kisah Penyembelihan Nabi Ismail, Sejarah Pensyariatan Kurban

Tidurnya tak lagi nyenyak, sebentar-sebentar terbangun dengan ketakutan dan mengigau; “Ini Sa’id bin Jubair hendak menerkamku!”. Ini Sa’id bin Jubair berkata; “Mengapa engkau membunuhku?”.

Dia menangis tersedu-sedu menyesali diri; “Apa yang telah aku perbuat atas Sa’id bin Jubair?. Kembalikan Sa’id bin Jubair kepadaku!”.