Raja Bin Haiwah, Sang Menteri Khalifah Bani Umayah (1)

Ilustrasi pasar jaman dahulu. (Foto: Net)

Ketika itu, ia berdiri bersama khalifah Sulaiman bin Abdul Malik di tengah ramainya manusia. Tiba-tiba ia lihat seseorang keluar dari kerumunan massa dan berjalan mendekati kami.

Wajahnya tampan dan penuh wibawa, menerobos kerumunan orang sehingga ia merasa khalifah pasti hendak menghampiri khalifah. Tetapi ternyata khalifah berdiri di sampingnya, memberi salam lalu berkata;

“Wahai Raja, engkau telah diuji melalui orang ini (sambil menunjuk khalifah). Kedekatanmu denganya bisa mendatangkan kebaikan yang banyak, namun bisa pula menimbulkan keburukan yang banyak. Maka jadikanlah kedekatanmu dengannya sebagai sarana untuk mendapatkan kebaikan bagi dirimu dan orang lain.

Baca Juga:  Kisah Muhammad Al Hanafiyyah Bin Ali Bin Abi Thalib (2)

Ketahuilah wahai Raja, bila seseorang memiliki kedudukan di sisi pengauasa kemudian dia mengurus kebutuhan orang-orang lemah yang tak kuasa mengajukannya kepada penguasa, maka dia akan menjumpai Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat nanti dengan kedua kaki yang mantap untuk dihisab.

Ketahuilah wahai Raja, siapa yang mencukupi kebutuhan saudaranya sesama muslim maka Allah akan mencukupi kebutuhannya. Ketahuilah pula wahai Raja bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah menyenangkan hati seorang muslim”.