Rufai Bin Mihran, Penghafal Al Quran dan Ahli Hadits (1)

Ilustrasi orang Arab jaman dulu
Ilustrasi orang Arab jaman dulu. (Foto: Net)

Ia pergunakan waktu senggangnya untuk membaca dan menulis. Beliau pergunakan untuk memperdalam ilmu agama tanpa sedikit pun mengganggu tugas-tugasnya.

Suatu hari Jumat, Rufai berwudhu dan memperbagus wudhunya kemudian meminta ijin kepada majikannya untuk pergi. Majikannya berkata; “Hendak kemanakah kamu wahai Rufai?”. Rufai menjawab; “Saya hendak ke masjid”.

Majikannya bertanya; “Masjid manakah yang kamu maksud?”. Jawabnya; “Masjid Jami”. Majikannya berkata; “Kalau begitu marilah berangkat bersamaku”. Maka keduanya berangkat ke masjid lalu masuk masjid seperti yang lain. Namun Rufai belum memahami apa tujuan majikannya.

Baca Juga:  Arwa Binti Abdul Muthalib, Bibi Rasulullah yang Jarang Dikenal

Ketika kaum muslimin telah berkumpul, majikan Rufai angkat bicara; “Saksikanlah wahai kaum muslimin, sesungguhnya aku telah memerdekakan budakku ini (Rufai) karena mengharap pahala Allah, memohon ampunan dan ridha-Nya. Dan bahwasanya tidak layak seseorang menempuh suatu jalan melainkan jalan yang baik”.

Lalu dia menoleh kepada Rufai dan berdoa kepada Allah; “Ya Allah aku menjadikan ia sebagai tabungan di sisi-Mu di hari di mana tiada manfaatnya harta dan anak-anak”.

Ketika selesai shalat, Rufai telah berjalan sendiri sedangkan majikannya telah berjalan sendiri pula.(*)

Baca Juga:  Kisah Persaudaraan Kaum Muhajirin dan Anshar yang Menakjubkan (1)

Bersambung…