Meninggalkan Syahwat yang Haram Jaminannya Surga

Ilustrasi meninggalkan syahwat yang haram. (Foto: Net)

MOESLIM.ID | Syahwat terhadap lawan jenis pada diri manusia memiliki hikmah dan faidah. Yaitu untuk memelihara keberlangsungan hidup manusia di muka bumi dengan keturunan dan generasi hingga hari Kiamat.

Selain itu, agar manusia merasakan kenikmatan, yang dengan kepemilikan syahwat itu, ia dapat membandingkan kenikmatan dunia dengan kenikmatan kehidupan di akhirat. Karena orang yang belum pernah merasakan suatu kenikmatan, maka ia tidak akan merindukannya.

Tetapi, jika syahwat tersbeut tidak dikendalikan dengan baik, maka akan memunculkan banyak keburukan dan musibah. Karena sesungguhnya fitnah (ujian) terbesar bagi laki-laki adalah wanita.

Baca Juga:  Kiat Sukses Dalam Berdakwah, Ini yang Sering Dilupakan

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda;

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidaklah aku menginggalkan fitnah, setelah aku (wafat), yang lebih berbahaya atas laki-laki daripada wanita”. (HR. Bukhari no. 5096, Muslim, no. 2740)

Hadits ini menunjukkan bahwa fitnah yang disebabkan wanita merupakan fitnah terbesar daripada fitnah lainnya, dan Kebanyakan yang merusakkan kekuasaan dan negara, ialah karena menaati para wanita.

Orang shalih dahulu berkata: “Seandainya seseorang memberikan amanah kepadaku terhadap baitul mal, aku menduga akan mampu melaksanakan amanah tersebut atasnya. Namun seandainya seseorang memberikan amanah kepadaku atas diri seorang gadis untuk bersendirian satu jam saja, aku tidak merasa aman atas diriku padanya”. (Mukhtashar Minhajul Qashidin, hlm. 213)