Moeslim.id | Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Arif Fahruddin, menilai Bootcamp Muharrik Mualaf 2026 memiliki posisi strategis karena memadukan penguatan keagamaan dengan pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, dua aspek tersebut penting untuk membangun kemandirian mualaf sekaligus memperkuat umat.
“Pertama, kita menguatkan umat kita, umat Islam yang masih dalam kategori mualaf,” ujarnya kepada MUI Digital, Senin (14/9/2026).
Kiai Arif menjelaskan, penguatan mualaf tidak cukup hanya dilakukan dari sisi spiritual. Kemampuan ekonomi juga diperlukan agar mualaf dapat tumbuh menjadi bagian dari umat yang kuat dan pada akhirnya turut memberikan kontribusi bagi bangsa.
“Kalau mualaf ini imannya kuat, ekonominya juga kuat, maka ini juga selain bagus untuk umat Islam, juga otomatis kalau umat Islam yang bagus juga akan membuat negara Indonesia juga bagus dan kuat,” katanya.
Menurut Kiai Arif, penguatan spiritual dan ekonomi tersebut kemudian diwujudkan melalui Bootcamp Muharrik Mualaf 2026 yang digagas Lembaga Pembinaan dan Pemberdayaan Mualaf (LP2M) MUI Pusat. Program ini mengusung tema “Dari Mualaf Menjadi Muharrik, Berdaya untuk Kemaslahatan”.









