Durhaka Kepada Kedua Orang Tua, Inilah Balasannya

Ilustrasi durhaka kepada kedua orang tua. (Foto: Net)

MOESLIM.ID | Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan dan mewajibkan kepada setiap manusia untuk berbakti kepada kedua orang tua. Hal tersebut banyak di ungkapkan dalam Al Qur’an dan hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.

Banyak sekali ayat di dalam Al Qur’an yang menerangkan tentang wajibnya berbakti kepada kedua orang tua. Allah menyebutkan wajibnya seorang anak berbakti kepada kedua orang tua dan bersyukur kepadanya serta disebutkan juga tentang larangan mengikuti orang tua jika orang tua tersebut mengajak kepada syirik.

Baca Juga:  Islam di Luksemburg Masih Minoritas, Butuh Perhatian!

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku lah kalian kembali”. (QS. Luqman: 14)

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman;

Baca Juga:  Abdul Mu’ti Ceramah di Vatikan Wakili Umat Islam Asia Tenggara

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan jika keduanya memaksamu mempersekutukan sesuatu dengan Aku yang tidak ada pengetahuanmu tentang Aku maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang baik dan ikuti jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu maka Aku kabarkan kepadamu apa yang kamu kerjakan”. (QS. Luqman: 15)

Baca Juga:  Perkembangan Islam di Montserrat Dari Waktu ke Waktu

Mengenai wajibnya seorang anak berbakti kepada kedua orang tua dan melarang berbuat durhaka meskipun hanya dengan perkataan kecil.