
Khurshid menilai kedekatan Pakistan dan China terlihat jelas dari komposisi persenjataan militer Islamabad.
Mengutip data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), dia mencatat lebih dari 80 persen impor senjata Pakistan sepanjang periode 2021–2024 berasal dari China.
Meski Pakistan masih mengoperasikan sejumlah sistem persenjataan buatan Amerika Serikat, termasuk jet tempur F-16, sebagian besar inventaris militernya kini berasal dari industri pertahanan China.
Menurut Khurshid, Pakistan juga aktif mempromosikan berbagai sistem persenjataan hasil kerja sama dengan Beijing, mulai dari jet tempur JF-17 yang diproduksi bersama, pesawat nirawak, hingga sistem pertahanan udara HQ-9.
Baginya, promosi tersebut bukan sekadar bagian dari strategi ekspor Pakistan.(international.sindonews.com)








