Kemenag Optimalkan Masjid Ramah Pemudik Hingga Arus Balik

Pemudik istirahat di Masjid
Pemudik istirahat di Masjid. (Foto: Net)

Ia juga mengungkapkan pentingnya dokumentasi dan publikasi lokasi masjid yang telah berpartisipasi dalam program ini, agar masyarakat lebih mudah menemukan tempat singgah yang nyaman selama perjalanan.

“Testimoni dari pemudik yang merasakan manfaat layanan Masjid Ramah Pemudik dapat dikumpulkan dan dipublikasikan melalui media sosial agar informasi ini semakin luas diketahui,” ujarnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menjelaskan, program Masjid Ramah Pemudik telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2025.

Baca Juga:  Ambisi Kekuasaan Amerika Serikat di Timur Tengah

SE ini memberi panduan tentang standar minimal layanan yang dapat tersedia di masjid yang berpartisipasi, seperti tempat istirahat, toilet bersih, air wudu, serta konsumsi bagi musafir.

“Kami memastikan bahwa seluruh Kepala Kanwil dan Kepala Kemenag Kabupaten/Kota telah menerima dan menindaklanjuti SE ini dengan mendukung masjid-masjid yang melayani pemudik. Pengawasan akan terus dilakukan, dan laporan dari setiap daerah akan dihimpun setiap hari,” ujar Arsad.