
Sebagai informasi, Assad digulingkan pada Desember 2024 lalu setelah puluhan tahun menguasai pemerintahan. Ia membentuk dinasti yang diisi keluarganya, hingga memicu penindasan dan perang suadara.
Presiden sementara Suriah, Ahmed Sharaa, yang membekingi tindakan keras pasukan militer mengatakan dalam pidatonya bahwa respons di lapangan harus tetap kondusif.
“Sebab yang membedakan kita dari musuh adalah komitmen kita terhadap nilai-nilai kita,” kata dia dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Jumat (7/3) waktu setempat.
“Ketika kita mengabaikan moral kita, kita dan musuh akan berakhir di pihak yang sama,” katanya, seraya menambahkan bahwa warga sipil dan tawanan tidak boleh diperlakukan dengan buruk.(cnbcindonesia.com)








