Berhubungan Intim Dengan Istri Sebelum Mandi Besar Usai Haidh?

MOESLIM.ID | Hubungan intim suami istri di dalam Islam disebut jima. Bagi suami istri melakukan hubungan intim akan bernilai pahala. Namun Bagaimana hukum melakukan hubungan intim dengan istri, tetapi belum mandi junub setelah selesai haidh?.

Pada dasarnya, hubungan intim terlarang dilakukan saat seorang wanita masih dalam masa haidh, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

(ويسألونك عن المحيض قل هو أذى فاعتزلوا النساء في المحيض ولا تقربوهن حتى يطهرن فإذا تطهرن فأتوهن…)

Baca Juga:  Jika Haid Lebih Lama Dari Biasanya, Kapan Wajib Shalat?

“Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haidh, katakanlah “itu adalah sesuatu yang kotor”, karena itu jauhilah istri pada waktu haid, dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci, apabila mereka telah suci, campurilah mereka…” (QS. Al Baqarah: 222)

Al Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “dan (Allah Subhanahu wa Ta’ala) melarang untuk mendekati mereka (para istri) dengan melakukan jima (hubungan badan) selama haid masih ada, dan bisa dipahami bahwa: jika haid telah selesai maka kembali menjadi halal” (Tafsir Al Qur’an Al Azhim: 1/439).

Baca Juga:  Wow! Pahala Menshalati Jenazah Sebesar Gunung Uhud

Setelah selesai masa haid dan berhenti darahnya, maka seorang wanita diwajibkan untuk melakukan mandi untuk menyucikan dirinya. Agar ia kembali bisa melakukan kewajiban-kewajiban yang telah ditinggalkan selama masa haidh, seperti sholat, puasa, dan melayani suaminya dengan berhubungan badan.