Hukum Hawalah atau Memindahkan Hutang Kepada Orang Lain

Ilustrasi memindahkan hutang kepada orang lain. (Foto: Net)

MOESLIM.ID | Hawalah adalah memindahkan hutang dari tanggungan orang yang berhutang atau yang memindahkan hutang (muhiil) kepada seseorang (tanggungan) yang dijamin atasnya.

Hukum hawalah diperbolehkan dalam syariat Islam dan Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan hawalah sebagai jaminan harta dan menunaikan hajat manusia.

Seseorang terkadang membutuhkan melepaskan tanggungannya kepada yang memberi pinjaman, atau menyempurnakan haknya dari yang telah diberinya pinjaman. Dan terkadang ia perlu memindahkan hartanya dari satu kota ke kota yang lain, dan memindahkan harta ini bukan perkara mudah.

Baca Juga:  Hukum Mengubur Wanita Hamil yang Meninggal Dengan Janinnya

Hal itu, bisa jadi karena susah membawanya, atau karena jauhnya jarak, atau karena perjalanan tidak aman, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan hawalah untuk merealisasikan segala kebutuhan ini.

Apabila orang yang berhutang memindahkan hutangnya kepada orang yang kaya, ia harus memindahkan hutang dan jika ia memindahkannya kepada orang yang bangkrut dan ia tidak tahu, niscaya ia kembali menuntut haknya kepada yang (muhil) memindahkan hutang.

Dan jika mengetahui dan ridha dengan pemindahan hutang atasnya, maka ia tidak boleh kembali baginya, dan menunda-nunda pembayaran orang yang kaya adalah haram, karena mengandung kezaliman.