
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu: Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi“. (QS. Az Zumar: 65)
Syaikh Abdurrahman As Sa’di rahimahullah di dalam tafsirnya mengenai ayat ini, ia berkata; “Dalam nubuwah seluruh nabi, bahwa syirik itu melenyapkan amalan, sebagaimana Allah telah berfirman di dalam surat al An’am”.(Taisir Karimir Rahman fi Tafsir Kalamil Mannan)
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata; “Telah maklum berdasarkan dalil-dalil syar’i dari Al Kitab dan As Sunnah, bahwa seluruh amalan dan perkataan hanyalah sah dan diterima jika muncul dari aqidah shahihah (yang benar). Jika aqidah tidak shahihah, maka seluruh amalan dan perkataan yang muncul pun menjadi batal”. (Aqidah Shahihah wa Nawaqidhul Islam, hal. 3).(*)








