Perbuatan yang Menghapus Pahala Shalat Jum’at

Perbuatan yang menghapus pahala shalat Jum'at. (Foto: Net)

Moeslim.id | Khutbah Jum’at menjadi kesempatan yang sangat besar untuk berdakwah dan membimbing manusia menuju keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jika khutbah seharusnya dimanfaatkan sebaik-baiknya, dengan menyampaikan materi yang dibutuhkan oleh hadirin menyangkut masalah agama mereka, dengan ringkas, tidak panjang lebar sebagaimana dicontohkan telah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Perintah Allah untuk segera mendatangi shalat Jum’at dan khutbahnya, dan larangan berjual-beli serta mu’amalah lainnya sebagaimana firman-Nya;

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرُُ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Baca Juga:  Hukum Meninggalkan Shalat Jum’at Tanpa Adanya Udzur

“Hai, orang-orang yang beriman. Apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Alloh dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS. Al Haqah: 9)

Sementara itu, perintah wajibnya untuk mendengarkan khutbah, dan gugurnya pahala shalat Jum’at bagi orang yang berbicara saat khutbah berlangsung.

Rasul Shallallahu alaihi wasallam bersabda;

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ أَنْصِتْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ

“Jika engkau berkata kepada kawanmu “diamlah!”, pada hari Jum’at dan imam sedang berkhutbah, maka engkau telah mengatakan perkataan sia-sia”. (HR. Bukhari no. 934 dan Muslim no. 851)