
“Untuk pemenang sayembara, tentu ada apresiasi, yaitu Rp78 juta, Tapi yang paling penting, Insya Allah juga yang buat dan mendesain mendapat amal soleh dari batik yang digunakan oleh para jemaah,” ucap Menag.
Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Dirjen PHU), Hilman Latief menjelaskan bahwa batik baru ini akan menggantikan batik sebelumnya yang sudah digunakan sejak 2011.
“Batik sebelumnya sudah lebih 10 tahun digunakan, dan belum sepenuhnya mewakili identitas Indonesia. Banyak yang belum mengenali seragam batik Indonesia. Karena itu, kami menyelenggarakan sayembara untuk batik baru”, jelas Hilman.
Seragam batik baru ini akan diproduksi dengan metode cap serta dengan melibatkan banyak UMKM yang memenuhi syarat sesuai standar yang dibuat Kemenag.(*)








