Bagaimana Bercanda yang Dibolehkan Dalam Islam?

Ilustrasi keluarga muslim sedang bercanda. (rawpixel.com)

MOESLIM.ID | Bercanda merupakan irama kehidupan yang tidak mungkin terhindarkan, apalagi jika kita hidup ditengah masyarakat. Lalu, bagaimanakah bercanda yang dibolehkan dalam syariat Islam?.

Terkadang canda itu menjadi cara untuk bersosialisasi dengan masyarakat di sekitar kita, bahkan dalam kondisi tertentu canda menjelma menjadi metode pendidikan yang jitu.

Tidak bisa dipungkiri, canda di saat-saat tertentu memang dibutuhkan untuk menciptakan suasana rileks dan santai guna mengendorkan urat syaraf, menghilangkan rasa pegal dan capek sehabis melakukan aktifitas yang menguras konsentrasi dan tenaga.

Baca Juga:  Hukum Berjabat Tangan Dengan Selain Mahram

Diharapkan setelah itu badan kembali segar, mental stabil, semangat bekerja tumbuh kembali, sehingga produktifitas semakin meningkat.

Pada dasarnya, bercanda hukumnya mubah (boleh), selama materi candaan itu bersih dari semua yang terlarang atau diharamkan dalam agama, karena Nabi Shallallahu alaihi wasallam juga pernah bercanda.

Al Iz bin Abdissalam rahimahullah berkata, “Jika ada yang bertanya, ‘Bagaimana pendapat kalian tentang bercanda? Maka kami jawab, ‘Bercanda boleh bila menimbulkan rasa nyaman, baik itu bagi orang yang mengajak bercanda, atau bagi orang yang diajak bercanda, atau bagi keduanya”. (Qawa’idul Ahkam fi Mashalihul Anam)

Baca Juga:  Silaturahmi Sangat Diajurkan Dalam Kehidupan Muslim