Bagaimana Bercanda yang Dibolehkan Dalam Islam?

Ilustrasi keluarga muslim sedang bercanda. (rawpixel.com)

Imam Nawawi rahimahullah menetapkan bahwa bercanda dengan tujuan merealisasikan kebaikan, atau untuk menghibur lawan atau untuk mencairkan suasana, maka itu tidak terlarang sama sekali, bahkan canda seperti ini termasuk sunnah yang mustahab (disukai). (Al Adzkar, hlm. 581)

Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata:

قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّكَ تُدَاعِبُنَا؟ قَالَ: نَعَمْ غَيْرَ إِنِّي لَا أَقُولُ إِلَّا حَقًّا

Para Sahabat berkata, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya engkau mencadai kami.” Beliau Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Betul, akan tetapi saya tidak mengucapkan sesuatu kecuali yang benar”. (As Shahihah, no. 1726)

Baca Juga:  Tasyabbuh Pada Perayaan Tahun Baru, Ini Bahayanya

Hadits lain dari Anas Radhiyallahu anhu, seorang laki-laki meminta kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam agar dibawa serta di atas tunggangannya, lalu Beliau Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

أَنَا حَامِلُكَ عَلَى وَلَدِ نَاقَةٍ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا أَصْنَعُ بِوَلَدِ نَاقَةٍ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَهَلْ تَلِدُ الْإِبِلَ إِلَّا النُّوقُ

“Aku akan membawamu dengan anak unta.” Laki-laki itu berkata, “Wahai Rasulullah! Apa yang bisa saya perbuat dengan anak unta?” Beliau Shallallahu alaihi wasallam menjawab, “Apakah ada unta yang tidak dilahirkan oleh unta betina.” (Mukhtasar Syama’il, Imam Al Albani, no. 203)

Baca Juga:  Ukhuwah Islam Dalam Persatuan dan Persaudaraan Umat

Artinya semua unta itu adalah anak dari unta betina yang melahirkannya.