Enam Bulan Ditinggal Suami, Istri Berhak Gugat Cerai

MOESLIM.ID | Dalam Islam sebagimana seorang istri wajib berbuat baik kepada suaminya ia pun memiliki hak untuk mendapatkan kebaikan dari suaminya, baik hak lahir maupun batin.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

(…ولهن مثل الذي عليهن بالمعروف…)

“Dan mereka (para wanita) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut, tetapi para suami membunyai kelebihan di atas mereka, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana”. (QS. Al Baqarah: 228)

Seorang suami tidak boleh meninggalkan istrinya dalam waktu yang lama tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat, karena hal itu merupakan bagian dari menyia-nyiakan hak istri, sehingga dalam keadaan suami yang pergi dalam waktu yang lama tanpa alasan yang syar’i seorang istri pun memiliki hak untuk menggugat cerai di pengadilan.

Batasan waktu yang diperbolehkan bagi seorang istri yang ditinggalkan oleh suaminya tanpa uzur untuk menggugat cerai adalah selama 6 bulan.

Sebagaimana yang disebutkan oleh Abu An Naja Al Hijawiy Al Hambali dalam kitab Zaadul Mustaqni:

وإن سافر فوق نصفها وطلبت قدومه وقدر لزمه, فإن أبى أحدهما فرق بينهما بطلبها

“Dan apabila sang suami berangkat safar lebih dari setengah tahun, dan sang istri memintanya untuk pulang sedangkan ia mampu untuk pulang, maka ia diwajibkan pulang, apabila suami tidak mau maka diceraikan keduanya atas permintaan dari istrinya”.