
Muslim di Republik Afrika Tengah merupakan minoritas yang menghadapi tekanan berat, terutama sejak pecahnya konflik sektarian tahun 2013.
Ribuan Muslim menjadi korban kekerasan, masjid dan permukiman mereka dihancurkan, dan banyak yang mengungsi ke Chad dan Sudan.
Meski demikian, umat Islam yang bertahan tetap menjalankan ibadah dan berusaha bangkit melalui pendidikan dan solidaritas komunitas. Kebebasan beragama diakui secara konstitusional, tetapi pelaksanaannya masih lemah.
Meskipun berada dalam kondisi yang sangat sulit, semangat umat Islam di Republik Afrika Tengah tidak padam. Dengan bantuan internasional, pelatihan dai, dan distribusi ilmu yang lurus, dakwah sunnah memiliki peluang untuk mengokohkan aqidah umat.
Rehabilitasi masjid, penguatan lembaga pendidikan Islam, serta perdamaian yang adil adalah syarat utama bagi kebangkitan Islam di negeri ini.(*)








