
Tabora dan Ujiji adalah pemukiman Muslim terbesar di pedalaman. Tabora terletak di persimpangan berbagai jalur perdagangan, di sebelah barat terdapat Danau Tanganyika dan Ujiji. Di sebelah utara terdapat Danau Victoria dan Buganda.
Pada tahun 1840-an, Muhammad bin Juma, seorang pedagang keturunan campuran Oman dan Afrika, menikahi putri Fundikira I di Tabora. Ia menjadi ntemi (penguasa atau kepala suku) Unyanyembe, salah satu dari dua kerajaan utama Unyamwezi.
Kemudian pada tahun 1860-an, perwakilan resmi Sultan “Majid bin Said dari Zanzibar” didirikan di sana. Meskipun ada ketegangan seperti pada tahun 1858, konflik kekerasan meletus antara orang Arab dan Mnywa Sele, penerus Fundikira. Pada tahun 1880-an, tidak ada orang Nyamwezi yang tinggal dalam radius tiga mil dari Tabora.
Ujiji jauh lebih kecil daripada Tabora hingga tahun 1880-an, ketika populasinya mencapai hampir 8.000 jiwa. Kota ini menjadi basis ekspedisi ke Kongo Timur, seperti ekspedisi Tippu Tip putra Muhammad bin Iuma, yang telah menetap di Tabora.
Namun, hanya 65 tahun setelah dimulainya penyebaran Islam ke pedalaman, koloni Jerman di Afrika Timur didirikan. Awalnya, hal ini justru menyebabkan perluasan Islam, karena Jerman menggunakan Muslim sebagai tentara, juru tulis, dan petugas pajak.








