Pengertian dan Syarat Ijtihad Agar Tidak Menyimpang

Pengertian dan syarat ijtihad agar tidak menyimpang. (Foto: Net)

MOESLIM.ID | Ijtihad menurut makna leksikal berarti mencurahkan semua kemampuan untuk menghasilkan perkara yang besar. Ijtihad menurut istilah ialah mencurahkan semua kemampuan untuk mengetahui hukum syar’i.

Sementara itu, seorang yang mencurahkan semua kemampuannya untuk mengetahui hukum syar’i disebut dengan mujtahid.

Dengan demikian, seorang yang mengambil kitab, melihat kandungannya, dan menghukumi dengan hukum yang sesuai dengan kitab tersebut, maka dia tidak bisa dikatakan sebagai mujtahid, karena dia hanya mengikuti penulis kitab.

Adapun orang yang merujuk kepada kitab-kitab dan mengkajinya bersama ulama untuk merumuskan hukum dalam suatu masalah sehingga berhasil menyimpulkan suatu hukum tertentu, maka orang ini dinamakan mujtahid, karena telah mencurahkan semua kemampuan untuk mengetahuinya.

Baca Juga:  Jika Ada Ular Dalam Rumah, Apa yang Harus Dilakukan?

Syarat-syarat berijtihad yang harus dipenuhi oleh seorang mujtahid adalah sebagai berikut;

Mengetahui Dalil-Dalil Syariat

Apabila seorang berijtihad dalam masalah hukum-hukum syariat, maka dia harus mengetahui ayat-ayat dan hadits-hadits tentang hukum. Sedangkan ayat-ayat dan hadits-hadits yang berkaitan dengan masalah aqidah, tidak harus diketahui karena hal itu tidak berkait dengan ijtihadnya.

Mengetahui Keshahihan dan Kelemahan Hadits

Apabila seseorang tidak mengetahui hal-hal yang berkait dengan keshahihan hadits dan kelemahannya, maka ia bukan seorang mujtahid.