
Perbuatan itu hanyalah prasangka yang dibisikan setan untuk menjerumuskan manusia ke lembah kesyirikan dan perbuatan tersebut dilarang dalam ajaran Islam.
Rasululllah Shallallahu alaihi wasallam bersabda;
الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ وَمَا مِنَّا إِلَّا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ
“Mempercayai gerak-gerik burung adalah syirik, mempercayai gerak-gerik burung adalah syirik (beliau mengulanginya dua kali), tiada di antara kita kecuali (pernah terlintas dalam ingatannya), tetapi Allah menghilangkan perasaan itu dengan bertawakkal kepada Allah”. (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi)
Dalam hadits ini disebutkan, perasaan pesimis yang timbul dengan mendasarkan pada gerak-gerik burung merupakan sikap keraguan belaka. Cara untuk menghilangkan perasaan tersebut, ialah dengan bertawakkal kepada Allah.
Karena Allah tidak menjadikan gerak-gerik binatang atau burung sebagai dalil dan tanda-tanda untuk mengetahui hal-hal yang akan terjadi. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam lebih senang kepada sikap optimis dari sikap pesimis.(*)








