
Ia menyusun dan mengarang, menetapkan yang shahih dan yang tidak shahih, menetapkan perowi yang adil dan yang tidak adil, dan menulis sejarah dan penjelasannya, sehingga ia menjadi Al hafizh yang paling tinggi pada masanya.
Ibnu Makula mengatakan, Abu Bakar Al Khatib Al Baghdadi adalah tokoh terakhir yang kami saksikan yang mempunyai pengetahuan, hafalan dan ketelitian terhadap hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Ia sangat menguasai masalah ilat-ilat hadits (kesalahan-kesalahan yang samar), sanad-sanadnya, shahih dan gharibnya (aneh) dan segala yang berkaitan dengannya.
Diantara orang-orang Baghdad, setelah Abul Hasan Ad Daruqutni, tidak ada seorangpun yang menyamainya.
Aku bertanya kepada Abu Abdillah Ash Shuwari tentang Al Khatib dan Abu nash As Sajzi, manakah yang hafal hadits dari keduanya?, dengan tegas ia melebihkan Al Khatib dari pada Abu Nashr.








