Kisah Al Qasim Bin Muhammad, Cucu Abu Bakar Ash Shiddiq (2)

Ilustrasi orang Arab jaman dulu
Ilustrasi orang Arab jaman dulu. (Foto: Net)

Saya bertanya; “Yang mana makam Rasulullah shallallahu alaihi wasallam?”. Ia menunjuk salah satu darinya; “Ini”. Bersamaan dengan itu, dua butir air mata bergulir di pipinya, tetapi segera di sekanya agar aku tak melihatnya. Makam Nabi shallallahu alaihi wasallam itu agak lebih maju dari makam kedua sahabatnya.

Saya bertanya lagi; “Lalu yang mana makam kakekku, Abu Bakar?”. Sambil menunjuk satu kubur beliau berkata; “Yang ini”. Kulihat makam kakekku sejajar dengan letak bahu Rasulullah. Aku berkata; “Yang ini makam Umar?”. Ia menjawab; “Benar”.

Baca Juga:  Siapakah Ummu Aiman, Sang Pengasuh Rasulullah?

Menginjak remaja, cucu Abu Bakar ini telah hafal Kitabullah dan menimba hadis-hadis dari bibinya, Aisyah sebanyak yang dikehendaki Allah. Dia tekun mendatangi Masjid Nabawi dan duduk dalam halaqah-halaqah ilmu yang terhampar di setiap sudut-sudut masjid laksana bintang-bintang gemerlap yang bertaburan di langit yang terang.

Ia menghadiri majlisnya Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Zubair, Abdullah bin Ja’far, Abdullah bin Khabbab, Rafi’ bin Khudaij, Aslam pembantu Umar bin Khathab dan sebagainya. Hingga pada gilirannya beliau menajdi imam mujtahid dan menjelma menjadi manusia yang paling pandai dalam hal sunah pada zamannya.

Baca Juga:  Kisah Terbunuhnya Husain Cucu Rasulullah Sebagai Syahid

Setelah sempurna perlengkapan ilmu pemuda yang merupakan cucu Abu Bakar ini, orang-orang banyak belajar kepadanya dengan penuh perhatian. Sementara beliau memberkan ilmunya tanpa pamrih atau jual mahal.