Kisah Nabi Luth Menghadapi Kaum Gay yang Kafir

MOESLIM.ID | Orang-orang pertama yang melakukan dosa homoseksual adalah kaum Nabi Luth alaihissalam. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?”. (QS. Al A’raf: 80)

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

Baca Juga:  Kisah Wabah Penyakit Tha’un yang Melanda Kaum Bani Israil

“Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf: 81)

Khalifah bani Umayyah, Al Walid bin Abdul Malik rahimahullah, mengatakan, “Kalau Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak berkisah kepada kita tentang Luth, maka aku tidak menyangka ada laki-laki berhubungan dengan laki-laki”. (Tafsir Al Quran Al Adzhim).

Jangankan Al Walid bin Abdul Malik, Nabi Luth yang hidup di tengah kaum gay ini dan menyaksikan langsung perbuatan mereka, pun merasa heran. Beliau alaihissalam mengatakan,

Baca Juga:  Mu’adz Bin Jabal, Dicintai Rasulullah dan Fuqahanya Para Sahabat

أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ

“Apakah kalian patut mendatangi laki-laki?”. (QS. Al Ankabut: 29)

Demikianlah fitrah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada orang-orang shalih dan memiliki kehormatan.