
Khalifah terdiam malu, tapi dia tak beranjak dari tempat duduknya. Ketika shalat usai, Salim bangkit hendak pulang. Orang-orang memburunya untuk bertanya tentang hadis ini dan itu, dan ada yang meminta fatwa tentang urusan agama, dan ada pula yang meminta untuk didoakan.
Khalifah Sulaiman termasuk di antara kerumunan itu. Begitu mengetahui hal tersebut, orang-orang menepi untuk memberinya jalan. Khalifah akhirnya bisa mendekati Salim, lalu berkata:
Khalifah berkata; “Sekarang kita sudah berada di luar masjid, maka katakanlah kebutuhan Anda agar saya dapat membantu Anda”. Salim menjawab; “Dari kebutuhan dunia atau akhirat?”.
Khalifah; “Tentunya dari kebutuhan dunia”. Salim: “Saya tidak meminta kebutuhan dunia kepada yang memilikinya (Allah), bagaimana saya meminta kepada yang bukan pemiliknya?”.
Khalifah malu mendengar kata-kata Salim. Dia berlalu sambil bergumam; “Alangkah mulianya kalian dengan zuhud dan takwa wahai keturunan Umar, alangkah kayanya kalian dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberkahi kalian sekeluarga”.








