Kisah Tabiin Sa’id Bin Jubair yang Taat dan Takut Dosa

Unta di padang pasir
Unta di padang pasir. (Foto: Net)

Atau jika mereka tidak mendapatkannya sedang membaca buku, maka ia tengah di mihrabnya untuk ibadah. Itulah dia manusia pilihan di zamannya, Sa’id bin Jubair radhiyallahu anhu.

Pemuda Sa’id ini berguru kepada banyak sahabat senior, seperti Abu Sa’id Al Khudri, Adi bin Hatim Ath Thayy, Abu Musa Al Asy’ari, Abu Hurairah Ad Dausi, Abdullah bin Umar maupun Ummul Mu’minin Aisyah. Tapi guru utamanya adalah Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhu, guru besar umat Islam dan lautan ilmu yang luas.

Baca Juga:  Imam Al Baihaqi, Ulama Ahli Fiqih dan Hadits Mazhab Syafi’i

Dengan setiap Sa’id bin Jubair mengikuti Abdullah bin Abbas layaknya bayangan yang selalu mengikuti orangnya. Dari sahabat inilah ia menggali tafsir Alquran, hadis-hadis, dan seluk-beluknya.

Darinya pula ia mendalami persoalan agama maupun tafsirnya. Juga mempelajari bahasa hingga mahir dengannya. Dan pada gilirannya, tidak ada seorang pun di muka bumi ini kecuali memerlukan ilmunya.

Selanjutnya, ia mengembara dan berkeliling di negara-negara muslimin untuk mencari ilmu sesuai kehendak Allah. Setelah merasa cukup, ia memutuskan Kufah sebagai tempat tinggalnya. Dan kelak ia menjadi guru dan imam di kota itu.