Raja Bin Haiwah, Sang Menteri Khalifah Bani Umayah (2)

Orang arab zaman dulu
Puasa zaman dulu. (Foto: Net)

Ketika melihat orang itu, khalifah naik pitam dan hampir melaksanakan ancamannya, namun Raja bin Haiwah berkata; “Wahai Amirul Mukminin, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi Anda kesempatan untuk melaksanakan keinginan Anda dengan kekuatan yang Anda miliki, maka sekarang lakukanlah untuk Allah apa yang disukai-Nya, yaitu ampunan”.

Seketika itu juga amarah Amirul Mukminin menjadi reda dan menjadi tenanglah hatinya. Kemudian dia memaafkan orang tersebut, melepaskannya dan memperlakukannya secara baik.

Pada tahun 91 H, Khalifah al-Walid bin Abdul Malik menunaikan haji didampingi oleh Raja bin Haiwah. Sesampainya di Madinah, khalifah mengunjungi masjid Nabawi asy-Syarif disertai Umar bin Abdul Aziz.

Baca Juga:  Al Mahdi Muncul Jelang Hari Kiamat Dengan Membawa Keadilan

Ia ingin melihat-lihat masjid Nabawi itu karena telah memiliki tekad untuk memperluasnya menjadi 200 hasta. Orang-orang yang berada di dalamnya diminta keluar dari masjid agar Amirul mukminin dapat memperkirannya.

Tidak tersisa lagi orang yang di dalamnya kecuali Sa’id bin Musayyab, karena petugas tidak berani menyuruhnya keluar. Melihat hal itu, Umar bin Abdul Aziz, sebagai wali kota mengutus seseorang untuk mengatakan kepada Sa’id agar keluar seperti yang lain.