
Tetapi Sa’id menjawab; “Saya tidak akan meninggalkan masjid kecuali pada waktu-waktu yang biasa saya tinggalkan setiap hari”.
Lalu dikatakan; “Kalau begitu hendaknya Anda berdiri sekedar memberi hormat dan salam kepada Amirul Mukminin..” Beliau menjawab, “Saya datang kemari untuk berdiri bagi Rabb-ul Alamin”.
Demi melihat polemik yang terjadi antara utusannya dengan Imam Sa’id bin Musayyab, Umar bin Abdul Aziz segera mengarahkan Amirul Mukminin menjauh dari tempat Sa’id duduk.
Sementara Raja mengalihkan perhatiannya dengan mengajak berbincang-bincang, sebab Umar dan Raja tahu akan kekerasan sikap khalifah.
Mendadak al-Walid bertanya; “Siapakah orang tua tersebut? Bukankah dia Sa’id bin Musayyab?”.








