
Keduanya berkata; “Benar wahai Amirul Mukminin”, lalu keduanya segera menyebut-nyebut tentang kebaikan agama dan ilmunya serta keutamaan dan ketakwaannya.
Keduanya berkata; “Seandainya beliau mengetahui posisi Anda, tentulah akan datang dan memberi salam, hanya saja beliau sudah lemah penglihatannya”.
Al Walid berkata; “Aku baru mengetahui bahwa keadaannya seperti yang kalian sebutkan. Dia lebih berhak untuk kita datangi dan kita dahului mengucapkan salam”.(*)








