Sifat Mulia Nabi Yahya dan Diselamatkan Dari Syetan

Ilustrasi kisah nabi Yahya. (Foto: Net)

Nabi Yahya termasuk anak yang berbakti pada orang tuanya. Ia bukan anak yang durhaka dan bertingkah laku jelek pada orang tuanya. Ia selalu berbuat baik pada kedua orang tuanya yang ditunjukkan dalam perkataan dan perbuatan. Inilah teladan yang patut dicontoh oleh anak-anak saat ini.

Nabi Yahya bukanlah orang yang sombong. Ia tidak merasa lebih tinggi dari hamba-hamba Allah yang lain. Ia pun tidak bersikap angkuh kepada orang tuanya.

Nabi Yahya adalah hamba yang punya sifat tawadhu, rendah hati, terus menerus taat pada Allah, menjalankan hak Allah dan hak manusia. Orang yang seperti inilah yang mendapatkan keselamatan dari Allah.

Baca Juga:  Ahmad Al Minangkabawi, Seorang Imam dan Khathib di Masjidil Haram

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;

وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا

Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali”. (QS. Maryam: 15)

Nabi Yahya diselamatkan dari setan, diselamatkan dari kejelekan, diselamatkan saat dilahirkan, saat meninggal dunia, saat dibangkitkan pada hari kiamat, ia pun diselamatkan dari neraka, dan menjadi penduduk Surga.(*)