
Mereka berkata; “Wahai Amirul Mu’minin, para sahabat telah wafat satu demi satu hingga tak satupun tersisa”. Hisyam berkata; “Jika demikian, carikan di antara ulama tabi’in!”. Maka dipanggillah Thawus bin Kaisan.
Thawus bin Kaisan datang menghadap, ia membuka sepatunya di tepi permadani, lalu memberi salam tanpa menyebut “Amirul Mu’minin” dan hanya menyebutkan namanya saja tanpa atribut kehormatan. Kemudian ia langsung duduk sebelum khalifah memberi izin dan mempersilakannya.
Rupanya Hisyam tersinggung dengan perlakuan tersebut, sehingga tampak kemarahan dari pandangan matanya. Dia menganggap hal itu kurang sopan dan tidak hormat, terlebih di hadapan para pejabat dan pengawalnya.
Hanya saja dia sadar bahwa saat itu berada di Tanah Haram, rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga dia menahan dirinya lalu berkata,
Hisyam; “Mengapa Anda berbuat seperti itu wahai Thawus?”. Thawus; “Memang apa yang saya lakukan?”.








