Dirzawa dan BPN Perkuat Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf

Ilustrasi sertifikasi tanah Wwakaf. (Foto: Net)

MOESLIM.ID | Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag mencatat jumlah tanah wakaf di Indonesia meningkat yang tersebar di lebih dari 430.000 lokasi, dengan luas sekitar 56.000 hektar.

“Dari jumlah tersebut baru 58% yang memiliki sertifikat. Sementara itu, jumlah wakaf tanah terus meningkat sekitar 7% atau lebih dari 3.000 hektar setiap tahunnya,” ucap Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Waryono Abdul Ghafur saat mengikuti Koordinasi Percepatan Sertipikat Tanah Wakaf dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi di Riau, Jumat (25/8/23).

Baca Juga:  Inilah Dua Metode Membaca Mushaf Al Qur’an Isyarat

“Di Provinsi Riau, jumlah tanah wakaf tercatat 8.311 lokasi dengan luas 2.225,49 hektar dan baru 33,91 % yang bersertipikat. Kami terus berkoordinasi dan bersinergi dengan BPN dalam melakukan percepatan sertifikasi tanah. Ini merupakan tugas kita bersama,” lanjutnya.

Percepatan sertifikasi tanah wakaf, kata Waryono, menjadi program prioritas Kementerian Agama. Tujuannya, mengamankan dan memaksimalkan manfaat dari aset-aset wakaf.

Sertifikasi tanah wakaf memiliki peran penting dalam menjaga integritas dan keberlanjutan wakaf. Ini membantu memastikan bahwa aset yang diwakafkan digunakan sesuai dengan niat awal dan memberikan manfaat yang diinginkan oleh wakif, serta mencegah sengketa kepemilikan dan pengelolaan di masa depan.