Tawakkal Kepada Allah, Kunci Dibukanya Pintu Rizki

Ilustrasi berjualan di pasar. (Foto: republika.co.id)

MOESLIM.ID | Termasuk di antara sebab dibukanya pintu rizki adalah bertawakkal kepada Allah Yang Maha Esa dan Yang kepada-Nya tempat bergantung.

Imam Al Ghazali, beliau berkata: “Tawakkal adalah penyandaran hati hanya kepada wakil (yang ditawakkali) semata”. (Ihya Ulumid Din: 4/259)

Al Allamah Al Manawi berkata: ”Tawakkal adalah menampakkan kelemahan serta penyandaran (diri) kepada yang ditawakkali”. (Faidhul Qadir: 5/311)

Menjelaskan makna tawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, Al Mulla Ali Al Qari berkata: “Hendaknya kalian ketahui secara yakin bahwa tidak ada yang berbuat dalam alam wujud ini kecuali Allah, dan bahwa setiap yang ada, baik mahluk maupun rizki, pemberian atau pelarangan, bahaya atau manfaat, kemiskinan atau kekayaan, sakit atau sehat, hidup atau mati dan segala hal yang disebut sebagai sesuatu yang maujud (ada), semuanya itu adalah dari Allah”. (Murqatul Mafatih: 9/156)

Baca Juga:  Tips Zuhud Pada Dunia Agar Dicintai Allah dan Manusia

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَ كَّلُوْنَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرُزِقْتُم كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا

“Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang”. (Silsilah Hadits Shahih, no. 310)

Dalam hadits yang mulia ini, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang berbicara dengan wahyu menjelaskan, orang yang bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya dia akan diberi rizki.

Baca Juga:  Iman Kepada Qadha dan Qadar Membuahkan Tawakkal

Betapa tidak demikian, karena dia telah bertawakkal kepada Dzat Yang Mahahidup, Yang tidak pernah mati. Karena itu, barangsiapa bertawakkal kepadaNya, niscaya Allah akan mencukupinya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

“Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki0Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (QS. Ath Thalaq: 3)

Baca Juga:  Sedekah Mana yang Lebih Utama, Menampakan Atau Menyembunyikan?

Menafsirkan ayat tersebut, Ar Rabi’ bin Khutsaim mengatakan: “(Mencukupkan) dari setiap yang membuat sempit manusia”. (Syarhus Sunnah: 14/298)