
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata, “Bila seseorang shalat (berjamaah) di posisi paling kiri dari shaff, ia bisa melakukan tafl ke arah kirinya di area yang bukan area masjid. Kalau tidak begitu, ia bisa melakukannya ke arah kirinya di baju, ghutrah (kain diletakkan di atas kepala seorang lelaki yang menjuntai sampai pundak) atau tisu. Kalau susah, cukup ia menoleh (kepalanya saja) ke arah kiri dan berta’awwudz”. (Fatawa Nur ala Darb Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin: 4/ 332)
Beliau juga berkata, “Meniupkan mulut dengan sedikit hembusan ludah (tafl) ke arah kiri bisa dimungkinkan bila ia seorang imam, atau tengah shalat sendiri. Akan tetapi bila ia seorang makmum, di mana ada orang di sebelah kirinya, maka hal ini bisa saja tidak bisa dilakukan. Dan ketika itu cukup dengan menolehkan kepala saja (untuk berta’awwudz). Bisa pula kita katakana bahwa tidak perlu ketika itu untuk menoleh, akan tetapi cukup meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Karena zahirnya adalah bahwa menoleh tersebut dilakukan untuk meniupkan mulut dengan sedikit hembusan ludah yang dilakukan saat berlindung kepada Allah dari syetan. Karena tidak mungkin untuk melakukan tafl ke arah depannya, sedangkan dia tengah shalat. Karena Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melarang hal tersebut.” (HR. Bukhari Kitab Ash Shalat)
Demikian tips agar shalat bisa tercipta dengan khusyu dan selamat dari godaan syetan.(*)








